ADAGANG ADAGING : Reproduksi Nilai Pesantren dan Ketahanan Ekonomi Masyarakat Madura

Penerbit KBM

ADAGANG ADAGING : Reproduksi Nilai Pesantren dan Ketahanan Ekonomi Masyarakat Madura

Rp 0

NAMA PENULIS : H. Wadhan, M.Si, Ummu Kulsum, M.A, Sri Wahyuni, M.E
ISBN : Proses
JUMLAH HALAMAN : 117 halaman
UKURAN : 14,8 x 21 CM
Sinopsis : Madura merupakan wilayah yang memiliki karakter sosial, budaya, dan ekonomi yang khas. Di tengah keterbatasan sumber daya alam, kondisi geografis yang relatif kering, serta berbagai tantangan pembangunan, masyarakat Madura justru menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa melalui tradisi merantau, berdagang, dan membangun jaringan ekonomi berbasis kepercayaan. Fenomena ini melahirkan berbagai bentuk usaha yang tidak hanya bertahan dalam berbagai situasi, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan di berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu nilai budaya yang hidup dan diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Madura adalah falsafah “Adagang Adaging”, yang secara sederhana dapat dimaknai bahwa berdagang merupakan jalan menuju pertumbuhan, kesejahteraan, dan kemandirian ekonomi. Falsafah ini bukan sekadar ungkapan budaya, melainkan sebuah pandangan hidup yang membentuk etos kerja, keberanian mengambil risiko, solidaritas sosial, dan orientasi kemandirian ekonomi masyarakat Madura. Dalam praktiknya, nilai tersebut menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai aktivitas ekonomi yang berbasis pada modal sosial, relasi kekeluargaan, kejujuran, dan semangat kerja keras.
Buku ini berupaya mengkaji konsep Adagang Adaging secara lebih mendalam dengan menempatkannya dalam perspektif ekonomi Islam, khususnya melalui pendekatan Maqasid Syariah. Pendekatan ini dipilih karena memberikan ruang yang lebih luas untuk memahami bagaimana aktivitas ekonomi tidak hanya berorientasi pada keuntungan material, tetapi juga diarahkan pada terciptanya kemaslahatan, keadilan distributif, perlindungan harta, penguatan hubungan sosial, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat. Dengan demikian, konsep Adagang Adaging dipahami bukan hanya sebagai strategi bertahan hidup, melainkan sebagai model ketahanan ekonomi lokal yang memiliki relevansi kuat dalam menghadapi tantangan globalisasi, liberalisasi pasar, dan disrupsi ekonomi digital.
Di samping itu, buku ini juga menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi masyarakat Madura tidak semata-mata bertumpu pada modal finansial, tetapi lebih banyak ditopang oleh modal sosial dan modal spiritual yang terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Jaringan kekeluargaan, budaya saling percaya, peran Kiai sebagai otoritas moral, serta keyakinan terhadap konsep rezeki dalam Islam menjadi faktor penting yang menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat, baik di daerah asal maupun di tanah perantauan. Dalam konteks inilah, masyarakat Madura menawarkan sebuah model ekonomi berbasis komunitas yang resilien, inklusif, dan berakar kuat pada nilai-nilai budaya serta ajaran agama.

Ready Stock (1 unit)

Ulasan Pembeli (0)

0.0

Belum ada ulasan untuk produk ini. Jadilah yang pertama memberikan ulasan!

Tulis Ulasan

Bagikan pengalaman Anda tentang produk ini untuk membantu pembeli lain.

Harga
Rp 0
Tanya WhatsApp